Postingan

Menampilkan postingan dengan label Nasional

Belasan Orang Keracunan Akibat Makan Es Krim Mengandung Bakteri Patogen

Gambar
Belasan Orang Keracunan Akibat Makan Es Krim Mengandung Bakteri Patogen. Penyebab keracunan es krim di salah satu kafe di kawasan Balikpapan Baru pada Minggu (2/9) akhirnya terkuak. Setelah melakukan penelitian sampel, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda menyimpulkan terdapat bakteri patogen pada bahan baku es krim, yakni air, susu dan gula. Seperti apa bakteri tersebut? Pada banyak kasus keracunan makanan, mikroba adalah salah satu penyebab iritasi lambung dan usus. Konsekuensinya pun bisa sakit perut, muntah dan diare. Oleh sebab itu, penting untuk mewaspadai kontaminasi makanan dan perhatikan kebersihannya. Terdapat banyak bakteri patogen yang membahayakan kesehatan manusia. Di antaranya yakni Salmonella, Eschericha coli, Lysteria monocytogenes, Clostridium perfringens, Clostridium botolinum staphylococcus auerues dan Campylobacter jejeuni. Keracunan makanan akibat bakteri patogen dapat berulang kali. Adapun gejalanya seperti pusing kepala, n...

Kapal Asal Indonesia Dilarang ke Filipina

Gambar
Kapal Asal Indonesia Dilarang ke Filipina. Kasus penculikan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dilakukan oleh kelompok separatis yang berasal dari Filipina kembali terjadi. Diketahui, dua WNI yang diculik itu merupakan nelayan bernama Samsul Saguni, 40, dan Usman Yusuf, 35. Keduanya diculik saat berlayar di perairan Pulau Gaya Semporna, Sabah Malaysia pada Selasa lalu (11/9), sekira pukul 02.00 Wita. Buntut peristiwa itu, Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan memberlakukan larangan untuk berlayar ke perairan Filipina. Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Partroli Syaharuddin mengungkapkan, larangan berlayar bagi kapal berbendera Indonesia ke perairan Filipina sudah diberlakukan sejak adanya telegram yang disampaikan oleh Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai pada tahun 2016 lalu. “Ini sesuai telegram Nomor 129 Tahun 2016 dan sampai saat ini belum dicabut,” tuturnya. Syaharuddin menuturkan, telegram tersebut dikeluarkan se...